Memahami Proses Manufaktur TOYOTA Melalui Mobil-mobil Legendaris

Apr 14, 2026 UT
Kolaborasi UT dan TOYOTA ini menampilkan model generasi pertama dari empat kendaraan ikonik yang merepresentasikan konsep penting dalam perjalanan panjang TOYOTA dalam dunia otomotif: LAND CRUISER, TOYOTA COROLLA, TOYOTA 2000GT, dan HIACE DELIVERY VAN. Kami berbincang dengan Takayuki Nakajima, General Manager Vision Design Division, untuk membahas DNA manufaktur TOYOTA dan masa depan mobil—sambil mengenang kembali kendaraan-kendaraan legendaris tersebut.

Kerja sama fotografi: TOYOTA Automobile Museum


Semangat Manufaktur TOYOTA: “For The Ones We Serve”


“For the ones we serve.” Ungkapan sederhana ini, yang diwariskan oleh sang penemu Sakichi Toyoda dan sering disampaikan oleh Chairman Akio Toyoda, menjadi inti dari semua yang kami lakukan. Bagi TOYOTA, manusia selalu menjadi yang utama. Sebelum melangkah lebih jauh, kami selalu bertanya: untuk siapa kami membuat ini, dan apa yang bisa kami berikan untuk mereka? Fungsi, desain, metode, hingga solusi hadir setelahnya. Inilah semangat dasar manufaktur TOYOTA sekaligus fondasi filosofi desain kami. Dalam praktiknya, hal ini berarti kami memulai dengan benar-benar memahami orang-orang yang akan menggunakan apa yang kami ciptakan. Dari sanalah konsep lahir secara alami. Alih-alih terpaku pada sejarah mobil, kami memilih untuk dekat dengan perjalanan hidup manusia—memperhatikan gaya hidup, lingkungan, serta tantangan di setiap era. Dari pemahaman itulah kami terus mencari solusi terbaik, setiap saat.

Esensi Desain adalah “Memvisualisasikan Ide”


Bagi TOYOTA, desain berarti memvisualisasikan ide dari semua orang—baik di dalam maupun di luar perusahaan—dan mewujudkannya dalam bentuk nyata. Ide tersebut bisa berupa gambar, objek tiga dimensi, teks, konsep, dan berbagai bentuk lainnya. Di Vision Design Division, kami menghidupkan ide-ide ini melalui kolaborasi dengan berbagai pusat desain, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini sangat penting, karena sebanyak apa pun diskusi di meja kerja, keputusan terbaik hanya bisa didapat ketika ide benar-benar diwujudkan. Dengan prinsip “Genchi Genbutsu (go and see)”, kami belajar banyak dengan membuat sesuatu secara langsung dan mencobanya sendiri. Karena itulah, mencari cara terbaik untuk mengekspresikan sebuah ide menjadi peran utama desain. Proses lahirnya desain mobil berlanjut dari pembangunan sebuah konsep. Pada akhirnya, mewujudkan nilai pengalaman seseorang saat bepergian adalah tentang menghubungkan ide-ide manusia dan memvisualisasikannya ke dalam bentuk nyata.

 LAND CRUISER (Seri 20)1957

LAND CRUISER (Seri 20)1957

Setelah generasi pertama (model BJ) yang dikembangkan sebagai kendaraan lintas medan untuk keperluan National Police Reserve (kini Japan Ground Self-Defense Force), generasi kedua yang dikenal sebagai Seri 20 hadir dengan tampilan yang lebih ditujukan untuk penggunaan sipil. Sebagai pelopor kendaraan penggerak empat roda, LAND CRUISER berevolusi menjadi kendaraan serbaguna untuk berbagai kebutuhan—mampu melintasi air, mendaki pegunungan di berbagai kondisi, dan dikenal karena mobilitasnya yang tangguh. Berkat penggunaan mekanisme synchromesh, steering damper, serta sistem suspensi setara mobil penumpang, kendaraan ini mudah dikendarai dan tetap nyaman digunakan. LAND CRUISER Seri 20 digunakan untuk beragam keperluan, mulai dari kendaraan penumpang dan angkut, truk, van ringan, hingga kendaraan pemadam kebakaran dan medis. Model inilah yang juga menjadi awal ekspor LAND CRUISER ke pasar global.



Desain Mobil Dimulai dari Membangun Konsep


Proses desain mobil selalu diawali dengan membangun sebuah konsep. Bukan sekadar tentang bisa bergerak, tetapi berangkat dari tujuan untuk membuat hidup atau pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah. Dari titik inilah arah desain bisa sangat berbeda—apakah untuk kebutuhan rekreasi atau untuk bekerja. Di antara seratus orang dengan seratus nilai yang berbeda, kami menetapkan kesamaan sebagai fondasi, lalu menambahkan nilai lebih di atasnya. Perbedaan komposisi keluarga dan generasi pun membuat jalurnya terus bercabang—dari satu arah besar menjadi banyak arah yang lebih spesifik. Karena itu, seberapa luas kebutuhan yang bisa dicakup dalam satu konsep menjadi hal yang sangat penting. Sebelum masuk ke siluet eksterior dan desain visual, ada satu tahap penting lain yang harus dilakukan, yaitu package design. Tahap ini mencakup keseluruhan desain dan tata letak kendaraan—mulai dari ruang penumpang hingga penempatan komponen. Semua ini juga bagian dari konsep: berapa orang yang akan menaiki kendaraan, bagaimana posisi duduknya, lalu menyesuaikannya dengan fungsi kendaraan untuk menentukan posisi mesin dan keempat rodanya.

TOYOTA COROLLA1966

TOYOTA COROLLA1966

Mesin bertenaga 1077 cc dengan 60 horsepower, putaran hingga 6000 rpm, akselerasi 0–400 m dalam 19,7 detik, serta kecepatan maksimum 140 km/jam. Mengusung desain berkecepatan tinggi yang melampaui standar Eropa, performanya setara dengan mobil kelas 1500 cc. Mobil 5 penumpang ini dirancang untuk pasar massal. Desainnya tampil dinamis dengan lampu depan yang mengingatkan pada mata macan tutul, bonet dengan tonjolan elegan di bagian tengah, serta bagian belakang yang tajam dan mengalir. Gaya inovatifnya menonjol lewat penggunaan garis-garis lengkung yang menyeluruh. Tak hanya soal performa dan tampilan, mobil ini juga menawarkan interior yang lapang dan nyaman, desain senyap yang meredam kebisingan, serta konsumsi bahan bakar yang hemat dan ramah untuk penggunaan sehari-hari. Kombinasi ini memenuhi aspirasi banyak orang yang menginginkan mobil pribadi sebagai compact crossover.


Nilai Tambah Khas TOYOTA


Sambil tetap setia pada konsep utama, TOYOTA selalu berupaya menghadirkan nilai tambah—sesuatu yang melampaui ekspektasi. Sebagai contoh, di masa ketika model pesaing serta mobil Eropa dan Amerika umumnya menggunakan mesin 1000 cc, COROLLA generasi pertama justru dibekali mesin 1077 cc. Dengan begitu, mobil ini mampu menawarkan fungsi yang setara, sekaligus memberikan keunggulan kecil namun bermakna dari sisi spesifikasi. Pendekatan yang sama juga diterapkan pada desain. Mobil untuk pasar massal umumnya cenderung berbentuk kotak ketika memprioritaskan ruang interior. Namun pada COROLLA generasi pertama, TOYOTA menghadirkan sentuhan tambahan pada apa yang oleh desainer disebut sebagai kualitas permukaan (surface quality). Saat desain eksterior pesaing banyak menampilkan garis dan permukaan yang keras serta kaku, COROLLA memilih bentuk yang lebih membulat dengan ketegangan visual yang halus. Dengan meningkatkan kualitas permukaan dan garis desainnya, COROLLA tampil lebih detail dan berkelas. Kami percaya bahwa perhatian pada detail inilah yang memberi COROLLA kehadiran dan nilai layaknya kendaraan di kelas yang lebih tinggi—dan pada akhirnya membuatnya lebih relevan serta bermakna bagi para pelanggan.

TOYOTA 2000GT1967

TOYOTA 2000GT1967

Kecepatan maksimum 220 km/jam, dengan kecepatan jelajah hingga 205 km/jam, serta akselerasi 0–400 meter dalam 15,9 detik. Mobil ini merupakan hasil pengembangan teknologi canggih berkat kerja sama dengan Yamaha Motor Co., Ltd., menghadirkan performa kelas dunia di kelas GT (Grand Touring) 2000cc, sekaligus tetap nyaman dan mewah untuk digunakan di dalam kota. Dalam uji ketahanan kecepatan tinggi, mobil ini melaju dengan kecepatan rata-rata 206,18 km/jam selama 78 jam tanpa henti, menempuh jarak 16.000 km dan mencatatkan 3 rekor dunia serta 13 rekor internasional. Desainnya tampil elegan dengan lekuk bodi halus yang dirancang khusus untuk mengurangi hambatan udara, dengan setiap detail—mulai dari posisi mesin, rangka, hingga ruang interior—disesuaikan demi performa berkendara yang optimal. Versi prototipe atap terbuka dari mobil ini juga pernah tampil dalam film 007: You Only Live Twice, membuat namanya dikenal luas di seluruh dunia. Sebuah mobil yang menyatukan performa tinggi dan keindahan desain di level tertinggi.


Kreativitas yang Tidak Pernah Menyerah Hingga Akhir


Ciri utama kreativitas TOYOTA adalah menyatukan desain dan rekayasa. Dengan mempertimbangkan keselamatan dan daya tahan berdasarkan ergonomi, para engineer yang ingin menjaga performa maksimal dan para desainer yang ingin menciptakan bentuk seindah mungkin terus berdiskusi secara langsung hingga menemukan solusi terbaik. Misalnya, spion yang lebih kecil memang terlihat lebih keren, tapi bisa menyulitkan pengemudi dengan tinggi badan berbeda. Tujuan kami bukan membuat salah satu pihak berkompromi, melainkan mencari cara agar fungsi tetap optimal dan tampil indah sekaligus, sehingga mudah digunakan oleh siapa pun. Memang tidak mudah memuaskan semua orang sepenuhnya, tapi kami tidak berhenti sampai mendekati hasil terbaik. Setiap keputusan dibuat melalui pengujian berulang dari berbagai sudut pandang. Bahkan setelah produk dirilis, penyempurnaan terus dilakukan melalui pembaruan dan penggantian komponen. Bagi kami, perhatian terhadap detail hingga sejauh ini adalah wujud nyata dari kreativitas TOYOTA.

HIACE DELIVERY VAN 1967

HIACE DELIVERY VAN 1967

Mesin 345cc dengan tenaga 65 horsepower dan kapasitas angkut 500–850 kg. HIACE Delivery Van dirancang sebagai kendaraan serbaguna yang andal di berbagai kondisi cuaca, baik untuk mengangkut barang maupun penumpang. Dengan mengadopsi struktur bodi monocoque, lantainya dibuat lebih rendah sehingga mampu menghadirkan ruang kargo yang luas. Mudah untuk naik dan turun, serta memudahkan proses bongkar muat, kendaraan ini tetap memiliki fungsi lengkap sebagai kendaraan niaga. Namun di saat yang sama, HIACE menawarkan nuansa seperti mobil penumpang, yang dikembangkan dengan semangat menghargai kenyamanan manusia. Inovasi ini menunjukkan visi jauh ke depan dari tim teknis TOYOTA, yang dengan cepat menangkap tren global konversi truk menjadi van dan mengembangkannya menjadi solusi praktis yang relevan.


Empat Mobil yang Membentuk Sejarah TOYOTA


Empat mobil yang dipilih untuk artwork UT—COROLLA, LAND CRUISER, HIACE, dan 2000GT—masing masing merepresentasikan peran dan tujuan awal TOYOTA dalam menciptakan kendaraan. COROLLA dikenal sebagai mobil keluarga yang mewakili kendaraan penumpang. Sebagai salah satu mobil terlaris di dunia, COROLLA menjadi ikon penting dalam perjalanan sejarah TOYOTA. LAND CRUISER merupakan cikal bakal mobil 4WD dan SUV. Dengan konsep “mobil yang bisa pergi ke mana saja dan selalu kembali,” kendaraan ini dirancang dengan daya tahan, performa, dan keandalan maksimal, bahkan di kondisi ekstrem. Desainnya juga mengutamakan keselamatan, seperti visibilitas yang baik agar pengemudi tetap aman saat melintasi medan berat, serta bentuk kap yang membantu melihat keempat sisi kendaraan. HIACE mewakili kendaraan kerja. Evolusinya dari truk menjadi van memungkinkan satu kendaraan digunakan untuk kebutuhan niaga sekaligus membawa keluarga di akhir pekan. Satu mobil yang mampu menjawab dua hingga tiga kebutuhan sekaligus. Sementara itu, 2000GT menegaskan posisi TOYOTA sebagai produsen mobil sport mewah buatan dalam negeri. Mobil legendaris dalam sejarah otomotif Jepang ini merangkum teknologi terbaik pada masanya, sekaligus menjadi simbol semangat, kemampuan teknis, dan kekuatan desain TOYOTA yang dikenal di dunia. Keempat model ini dipilih untuk merepresentasikan keragaman perjalanan dan filosofi manufaktur TOYOTA.

Mewujudkan Masa Depan yang Masuk Akal


Bagaimana TOYOTA memandang desain mobil masa depan? Chief Branding Officer Simon Humphries sering mengatakan, “Mari hadirkan sesuatu yang bisa dipercaya.” Jika kita membayangkan mobil masa depan seperti pesawat luar angkasa 20 tahun ke depan, itu justru sulit dibayangkan dalam kehidupan nyata. Karena itu, TOYOTA menggunakan pendekatan back casting: membayangkan masa depan yang jauh, lalu menariknya kembali ke titik yang terasa masuk akal untuk diwujudkan. Meski konsep awal bisa sangat berani atau penuh imajinasi, versi akhirnya biasanya dibawa ke sekitar lima tahun ke depan—di batas antara mimpi dan kenyataan, di mana ide tersebut terasa mungkin untuk diwujudkan. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan riset seperti data populasi dan tren pasar, tetapi juga intuisi desainer yang merasa, “ini mungkin bisa berhasil.” Berbagai tanda dari kehidupan sehari-hari—mulai dari makanan, pakaian, hingga tempat tinggal—dikumpulkan, bahkan sebelum menjadi tren, lalu dipetakan untuk menentukan ide mana yang layak dikembangkan. Saat mengembangkan mobil konsep IMV Origin untuk pasar negara berkembang di Afrika, tim TOYOTA bahkan turun langsung ke desa Maasai untuk melakukan riset lapangan. Melalui prinsip Genchi Genbutsu (datang dan melihat langsung), TOYOTA menemukan inspirasi nyata untuk menciptakan gambaran masa depan yang terasa dekat, relevan, dan dapat dipercaya.

Masa Depan Mobilitas


Menurut saya, daya tarik dan keindahan mobil sebagai kendaraan beroda empat—serta nilai dasarnya—tidak akan berubah. Tapi ada hal-hal yang memang perlu berubah. Salah satunya adalah soal harga. Apakah mobil bisa kembali menjadi alat yang lebih terjangkau, seperti generasi pertama COROLLA dulu? Saat ini, mobil semakin mahal, dan saya terus berpikir apakah kita bisa menghadirkan kembali rasa “dekat” dan akrab itu ke masyarakat. Hal lainnya adalah kemampuan beradaptasi dengan keberagaman. Kebutuhan di seluruh dunia semakin beragam. Karena itu, penting bagi kami untuk menghadirkan pilihan yang lebih beragam, sehingga setiap orang bisa menemukan kendaraan yang benar-benar cocok, dan tidak ada yang tertinggal. Dalam pengembangan global kami menuju Carbon Neutrality (CN), Toyota memilih pendekatan Multi-Pathway. Artinya, kami tidak hanya fokus pada EV (mobil listrik) saja, tetapi menyediakan berbagai pilihan: mobil berbahan bakar bensin, hybrid, fuel cell (FCV), hidrogen, dan lainnya. Musuh kami sebenarnya hanya satu, yaitu CO₂. Di beberapa wilayah, EV memang lebih menguntungkan. Namun, di tempat lain, pembuatan baterai bisa memerlukan listrik dalam jumlah besar. Selain itu, sumber energi tiap negara berbeda-beda. Di daerah dengan harga bensin yang lebih terjangkau, mobil hybrid bisa memiliki jarak tempuh lebih jauh dan justru menghasilkan emisi CO₂ yang lebih rendah. Karena itu, kami selalu mempertimbangkan cara pengurangan emisi yang paling tepat sesuai kondisi, lingkungan, dan kebutuhan tiap negara dan wilayah. Kami percaya menyediakan beragam pilihan sistem tenaga adalah bagian dari tanggung jawab kami. Pekerjaan kami dimulai dari mobil, tetapi tujuannya adalah untuk menghadirkan mobilitas yang membuat hidup lebih nyaman dan lebih kaya. Dengan filosofi ini, ke depannya kami ingin terus mewujudkan masa depan yang realistis dan dapat dipercaya.

Takayuki Nakajima
Takayuki Nakajima
Takayuki Nakajima bergabung dengan perusahaan pada tahun 1991 setelah lulus dari Jurusan Desain, Aichi Technical High School. Ia terlibat dalam desain interior berbagai kendaraan, termasuk VITZ generasi pertama, AURIS generasi pertama, AYGO generasi pertama, iQ, JAPAN TAXI show car, dan GRANACE. Pada 2008–2011, ia bertugas di Eropa. Tahun 2015, ia menjadi Project Chief Designer untuk YARIS generasi terbaru, lalu pada 2017 menjabat sebagai Interior Design Department Manager. Sejak 2021, ia menjabat sebagai General Manager Vision Design Division.

© 2026 TOYOTA MOTOR CORPORATION. All Rights Reserved.


Lineup


All items