Dunia Monchhichi yang Penuh Gaya
Di kantor pusat Sekiguchi di Katsushika, Tokyo, satu dinding penuh dihiasi Monchhichi dan teman-temannya dengan berbagai gaya fashion.
Lihat Item

Monchhichi-kun versi original dari tahun 1974, bersama Monchhichi-chan dengan mata yang tampak berkaca-kaca. Pada versi awal, keduanya memiliki mata berwarna biru.
Perjalanan Monchhichi dari Masa ke Masa
Saat mendengar Monchhichi, yang terlintas adalah ciri khasnya yang tetap sama — pose mengisap jempol, bintik di wajah, hingga bib kecil di leher — semuanya sudah ada sejak awal. Sekilas memang terlihat tidak banyak berubah, namun selama 52 tahun perjalanannya, Monchhichi terus mengalami berbagai pembaruan kecil yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Jika diperhatikan lebih dekat, Monchhichi versi klasik yang dicetak pada UT T-shirt memiliki mata berwarna biru. Hal ini karena pada awalnya Sekiguchi memproduksi boneka untuk pasar ekspor ke Eropa, sehingga warna mata biru digunakan terlebih dahulu. Seiring waktu, warna mata tersebut diubah menjadi cokelat untuk lebih mencerminkan asal-usul Monchhichi yang berasal dari Jepang.

Seri Standard — selain Monchhichi klasik berwarna cokelat, kini hadir juga variasi warna beige dalam koleksinya.
Warna kulitnya juga diperbarui dengan pendekatan yang lebih modern. Dulu, warnanya cenderung kemerahan untuk memberikan kesan sehat dan ceria, namun kini diubah menjadi warna yang lebih lembut dan netral. “Dengan warna kulit sebelumnya, sebenarnya cukup sulit dipadupadankan dengan beberapa outfit. Pakaian berwarna terang atau pastel terasa kurang menyatu. Karena itu, kami mencerahkan warna kulitnya agar lebih mudah dipadukan dengan berbagai warna,” jelas Hatano. Perubahan ini membuka lebih banyak kemungkinan bagi Monchhichi untuk tampil dalam berbagai gaya baru.
Material bulunya juga disempurnakan — kini menggunakan bahan boa yang lebih halus dan lembut, mengikuti tren plushie yang nyaman saat disentuh. Tim benar-benar memperhatikan detail untuk menciptakan tekstur yang membuat orang ingin terus memegangnya dan membawanya ke mana saja. Pada tahun 2016, untuk menjangkau selera penggemar yang lebih luas, versi beige pun ditambahkan ke dalam lini klasik Monchhichi berwarna cokelat.

Seri "Sweet Sugar", hadir dengan desain girly yang didominasi warna sugar pink dan pastel blue, serta Monchhichi, Bebichhichi, dan Chimutan dengan bahan boa berwarna lembut dan detail cape berenda.
Dunia Monchhichi Semakin Luas dengan Kehadiran Teman-temannya
Di sekitar masa kelahiran Monchhichi pada tahun 1970-an, berbagai karakter teman juga ikut diperkenalkan — seperti Chimutan si kelinci, Tanutanu si rakun, Kuma si beruang ceria, dan Chamu si domba — dan semuanya masih menjadi bagian dari dunia Monchhichi hingga sekarang. Lalu, pada perayaan ulang tahun ke-30, Monchhichi-kun dan Monchhichi-chan diceritakan menikah! Dari sana, hadir bayi kembar mereka yang dikenal sebagai “Bebichhichi.”
Daya tarik Bebichhichi terletak pada kesan polos seperti bayi. Outfit sehari-harinya didominasi warna pastel yang lembut, dengan tampilan yang fluffy dan nyaman. Wajahnya tetap mempertahankan ciri khas Monchhichi seperti bintik dan pose mengisap jempol, namun desain matanya dibuat untuk menonjolkan kesan lucu yang lebih kuat. Sebagai detail tambahan, jika Monchhichi mengisap jempol, Bebichhichi menggunakan dot yang digantung di leher.
Chimutan, yang menyukai stroberi dan fashion, menghadirkan nuansa baru yang tidak dimiliki karakter Monchhichi sebelumnya — sentuhan manis bernuansa pink dengan gaya “kawaii” khas kelinci. Didesain untuk perempuan dan penggemar muda yang menyukai estetika tersebut, koleksinya dilengkapi detail renda dan palet warna lembut yang kalem. Kehadiran karakter teman seperti ini membuat dunia Monchhichi menjadi semakin kaya dan beragam.

Mulai dari gaya fluffy khas tahun 2010-an hingga street style Shibuya/Harajuku dan muumuu khas Hawaii — Monchhichi-chan tampil percaya diri dengan beragam tren dan busana tradisional dari berbagai belahan dunia.
Monchhichi, Sebagai Ikon Gaya
Karena tampilannya telah disempurnakan selama bertahun-tahun agar selalu terlihat menarik saat mengenakan berbagai pakaian, Monchhichi telah memakai hampir semua jenis outfit yang bisa dibayangkan—mulai dari tren terkini, busana tradisional, pakaian olahraga, hingga seragam. Kemampuannya untuk tampil serasi dalam berbagai gaya inilah yang menjadi salah satu daya tarik terbesar Monchhichi. Lalu, apa yang membuat Monchhichi bisa tampil dengan begitu banyak gaya sejak awal?
"Monchhichi berasal dari mainan sebelumnya bernama Kutakuta Monkey, lalu berkembang menjadi semakin menggemaskan. Sejak awal peluncurannya, konsep bermain mix-and-match pakaian sudah menjadi bagian dari karakternya. Itulah mengapa rangkaian outfit seperti Dress Series dan Boutique Series selalu menjadi bagian dari koleksi yang ditawarkan."
Setelah dirilis kembali pada tahun 1996, fokusnya pun berkembang: tidak hanya sebagai boneka untuk bermain dress-up, tapi juga menghadirkan seri dengan sentuhan fashion yang semakin kuat. Contohnya, Tokyo Fashion Series tahun 2005 yang menangkap berbagai tren saat itu—mulai dari gaya Lolita, office-lady yang bold, hingga karakter otaku—semuanya ditampilkan melalui gaya khas Monchhichi. Ditambah lagi dengan berbagai kostum yang mengubah Monchhichi menjadi hewan lain atau karakter anime, menjadikannya boneka yang memungkinkan eksplorasi gaya lebih bebas dibandingkan boneka lainnya.

Monchhichi-chan tampil dalam balutan kimono furisode, sementara Monchhichi-kun mengenakan montsuki hakama. Meskipun variasi outfit yang rumit kini semakin jarang, T-shirt dan kimono dengan sentuhan gaya Jepang tetap sangat populer di kalangan penggemar internasional.
" Apa pun yang dikenakan, menjadi apa pun mereka, Monchhichi tetaplah Monchhichi—memiliki kemampuan luar biasa untuk tetap menjadi diri sendiri. Berbeda dengan karakter anime yang biasanya memiliki cerita dan latar belakang tertentu, Monchhichi justru tidak dibatasi oleh hal itu. Setiap orang yang membawa pulang Monchhichi akan membangun cerita dan hubungan mereka sendiri—menjadikannya seperti keluarga atau teman. Jika ada 1.000 pemilik, maka akan ada 1.000 versi Monchhichi yang berbeda, masing-masing dengan nama dan kepribadiannya sendiri. Setiap Monchhichi pun menampilkan gaya yang unik.”

Koleksi UT ini menyatukan semuanya—mulai dari desain retro akhir tahun ’70-an dan awal ’80-an hingga berbagai generasi Monchhichi.
Audiens Baru, Kolaborasi Baru
Karakter yang bisa tampil dengan gaya apa pun adalah karakter yang terus hadir di berbagai kesempatan baru. Monchhichi telah berkolaborasi dengan beragam brand dan seniman dari berbagai industri — mulai dari fashion, kosmetik, hingga minuman, dan masih banyak lagi.
“Monchhichi memiliki konstruksi yang unik — tubuhnya berbahan plush (lembut), sementara wajah dan bagian tangan serta kaki terbuat dari vinyl yang halus, seperti boneka. Proporsi antara wajah dan dahi juga khas, jadi meskipun sebagian besar wajahnya tertutup kostum, tetap terasa ‘ciri khas Monchhichi’-nya,” ujar Hatano. Selama hasil akhirnya tetap menghadirkan kesan imut, Monchhichi bisa tampil dalam berbagai gaya — dan fleksibilitas inilah yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Di balik semuanya, ada rasa cinta yang mendalam dari Sekiguchi terhadap Monchhichi.
“Selama 10 tahun, penjualan sempat dihentikan, dan pada masa itu Monchhichi menghilang dari rak toko di seluruh Jepang — seolah hilang dari dunia. Setelah diluncurkan kembali pada tahun 1996 hingga awal 2000-an, Monchhichi dikenal sebagai karakter yang membangkitkan nostalgia. Namun untuk menjadi lebih dari sekadar tren sesaat — agar tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari — Monchhichi harus terus muncul dan tetap terlihat. Melalui berbagai kolaborasi lintas industri, kami ingin menghadirkan kembali Monchhichi kepada pelanggan dari kedua pihak yang terlibat, membantu orang-orang menemukan kembali karakter ini, sekaligus menyambut penggemar baru. Yang paling penting bagi Monchhichi adalah bisa hadir di lebih banyak rumah dan tetap dicintai bahkan hingga 100 tahun ke depan. Dengan hadir dalam berbagai produk, kesempatan untuk mengenal Monchhichi pun semakin luas — dan di saat yang sama, menyenangkan melihat versi Monchhichi baru lahir di tempat-tempat yang sebelumnya tidak bisa kami jangkau.”

Warna pastel pop yang mencuri perhatian dari “Monchhichi COLORS.”
Monchhichi, Kini Jadi Fashion Statement
Berkat pendekatan kolaborasi yang aktif, Monchhichi kini semakin dikenal luas di berbagai negara — terutama menjelang perayaan ulang tahun ke-50 pada tahun 2024. Kehadiran karakter ini di media sosial oleh idol dan influencer Asia membuka jalan ke audiens baru yang lebih muda. Bahkan, gantungan kuncinya menjadi sangat populer hingga setiap rilisan baru hampir selalu langsung habis terjual.
Sejak dulu Monchhichi dikenal suka tampil stylish dan berkolaborasi dengan brand apparel. Namun sekarang trennya berubah: Monchhichi justru dijadikan bagian dari outfit itu sendiri. Untuk menjawab kebutuhan ini, charm yang sudah ada didesain ulang agar lebih mudah dipasang di tas, dengan ukuran yang compact dan desain yang lebih clean — menjadikan Monchhichi sebagai “plushie yang bisa dipakai.” Selain itu, kini tersedia pilihan warna yang mengikuti tren fashion saat ini, termasuk seri “Monchhichi COLORS” yang memungkinkan penggemar memilih warna sesuai dengan “oshi” mereka, sejalan dengan tren fan culture.
“Kami berharap Monchhichi bisa menjadi sosok di mana cukup dengan dikenakan atau dibawa saja sudah terasa stylish, sehingga para penggemar muda yang baru mengenalnya bisa terus mencintai karakter ini dalam jangka panjang. Melalui kolaborasi lintas industri, kami tidak ingin Monchhichi hanya menjadi tren sesaat — kami ingin ia tetap menjadi salah satu pilihan yang selalu relevan bagi banyak orang. Lewat koleksi UT ini, Monchhichi hadir dalam desain T-shirt agar bisa benar-benar ‘dipakai’ sebagai bagian dari fashion adalah hal yang membuat kami sangat senang.”

Yuki Hatano, Senior Manager IP Division.
© 2026 Sekiguchi Co.,Ltd.



