UNIQLO
UNIQLO TODAY
MENU
TUTUP MENU
  • UNIQLO ARTIKEL TOP

  • ARTIKEL POPULER

  • KATEGORI

    • UNIQLO

      UNIQLO Top

    Perajin Indigo Bertemu dengan Mickey Mouse Disney: Sebuah Kolaborasi dengan BUAISOU

    May 09, 2025
    UT
    Indigo, warna yang telah lama ada Jepang, adalah warna yang disukai selama berabad-abad. Di lembah Sungai Yoshino di Prefektur Tokushima, pembuatan warna indigo telah berkembang pesat sejak zaman Edo, dengan para perajin yang dikenal sebagai ‘aishi’ yang memproduksi bahan pewarna sukumo. Saat ini, BUAISOU, kolektif perajin indigo yang berpusat di Kota Kamiita, Tokushima, mendefinisikan ulang tradisi sambil menyebarkan warna indigo warisan Jepang ke seluruh dunia. Sebagai bagian dari MAGIC FOR ALL, kolaborasi kreatif dan inspiratif antara Disney dan UNIQLO, UT menampilkan Mickey Mouse yang dirancang ulang dengan gradasi warna indigo yang kaya oleh BUAISOU, memamerkan keindahan indigo ke seluruh dunia.

    Lihat produk

    The Elegance of Pursuing Single Shade in Indigo


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Warna indigo adalah warna tradisi alami yang ditemukan di seluruh dunia. Prosesnya dimulai dengan menanam dan memanen tanaman indigo, yang kemudian difermentasi untuk membuat sukumo. Di Jepang, secara tradisional tugas perajin dibagi menjadi 2: "aishi," yang membuat sukumo, dan "someshi," yang menyiapkan tong nila dan melakukan pewarnaan.

    Namun, “BUAISOU” yang berlokasi di Kamiita, Prefektur Tokushima, menangani sendiri seluruh proses dari awal hingga akhir. Kakuo Kaji, salah satu pendiri dan perwakilan BUAISOU, menemukan kecintaannya pada indigo saat belajar desain tekstil di Universitas Tokyo Zokei.

    Ketertarikannya bermula dari aspek pertanian unik dari produksi indigo–menanam dan memanen tanaman khusus untuk pembuatan warna, dan kecintaan pribadinya pada warna biru. “Sebagian besar metode pewarnaan tanaman melibatkan pengumpulan tanaman pewarna di pegunungan dan merebusnya untuk membuat pewarna, tetapi indigo adalah satu-satunya metode di mana tanaman dibudidayakan dari biji, dipanen, dan digunakan untuk membuat pewarna.”

    “Perajin indigo yang membuat indigo, dan perajin indigo yang mewarnai indigo adalah dua perajin yang berbeda. Konsep mengabdikan diri untuk menciptakan hanya satu warna saja membuat saya terpesona," jelasnya. “Saya pernah melihat foto seorang perajin indigo yang bekerja dengan tangan kosong di sungai yang dingin untuk mencuci benang selama musim dingin. Kontras antara salju dan indigo pekat terlihat sangat indah, dan saya sangat tersentuh oleh dedikasi yang ditunjukkannya.” Didorong oleh keinginan untuk menikmati langsung keindahan warna indigo dari sumbernya, Kaji bergabung dengan proyek revitalisasi lokal di Tokushima, meskipun awalnya hanya tahu sedikit tentang kerajinan tersebut.

    "Di Tokushima, proses perwarnaan indigo terasa seperti bagian alami dari kehidupan, bukan sesuatu yang luar biasa. Hal ini begitu mendarah daging dalam budaya, sehingga orang-orang bahkan tidak menganggapnya sebagai ‘proses perwarnaan alami’. Hal itu membuka mata saya, karena saya berasal dari tempat yang tidak memiliki tradisi semacam ini. Di Aomori, tempat saya berasal, dan bahkan di Tokyo, ada banyak orang yang tidak mengetahui tentang pewarnaan dari tanaman. Saya merasa iri pada mereka yang lahir di Tokushima, yang pasti tumbuh dengan indigo di sekelilingnya." Terlepas dari pengalaman sebelumnya dengan pewarnaan nabati, Kaji dengan cepat menyadari betapa beratnya produksi indigo.

    "Awalnya saya pikir saya bisa mempelajari prosesnya dan akhirnya melakukannya sendiri. Namun setelah mengalami semuanya, mulai dari bertani hingga membuat sukumo, mewarnai, mendesain, menjahit, dan membuat produk, saya menyadari bahwa satu orang tidak bisa menangani semuanya. Pembagian kerja secara tradisional ada karena suatu alasan." Bertekad untuk menciptakan pendekatan yang terintegrasi penuh, Kaji bekerja sama dengan orang-orang yang berpikiran sama yang ia temui melalui proyek revitalisasi untuk membentuk BUAISOU. Meskipun mereka mempertimbangkan lokasi lain, mereka akhirnya memilih Tokushima karena tanahnya yang kaya, iklimnya, dan fakta bahwa meluncurkannya di tempat kelahiran indigo akan mendorong motivasi mereka.

    The Pursuit of Quality:Perjalanan BUAISOU dalam Kerajinan dan Pencelupan


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    "Ketika kami memulai proyek ini, semua orang di sekitar kami mengatakan bahwa itu tidak mungkin. Bahkan para pengrajin pencelupan indigo menyarankan kami untuk membeli pewarna dan fokus pada pewarnaan daripada membuatnya sendiri. Nasihat itu memicu tekad kami. Karena masih muda, kami berpikir, 'Mengapa tidak? Kami pasti bisa melakukan ini. Jadi, kami menetapkan tujuan pertama kami: menciptakan sukumo berkualitas tinggi dan mencapai hasil pewarnaan yang indah, seperti perajin indigo profesional. Apakah kami benar-benar telah mencapai tingkat itu sekarang, sulit untuk dikatakan, tetapi kami telah mencapai tujuan utama kami, yaitu kemandirian. Pada saat ini, kami fokus pada penyempurnaan presisi kami."

    Pencelupan indigo sering kali dilihat dari sudut pandang kerajinan tradisional, tetapi BUAISOU telah mendekatinya dari perspektif yang berbeda, seperti seni dan fashion, yang menantang ide-ide konvensional. Jadi, bagaimana BUAISOU yang masih relatif muda ini mendapatkan pengakuan di luar negeri? "Kami memulai dengan visi menciptakan produk untuk generasi muda dan audiens di luar negeri. Jika kami tumbuh besar di Tokushima, kami mungkin akan merasa terkekang oleh kerangka kerja tradisional kerajinan. Namun sebagai orang luar, kami bebas menentukan arah," kata mereka. Awalnya disambut dengan keraguan, mereka terus maju, dan momen penting tiba saat mereka bertemu dengan manajer mereka, Kyoko Nishimoto.

    Menyadari kehebatan karya BUAISOU, Nishimoto memperluas jangkauan global dan menyelenggarakan workshop di New York. Hubungan ini berujung pada pendirian kantor pusat di New York, bersama dengan kantor pusat mereka di Jepang-sebuah tonggak penting yang mendorong pengakuan internasional. Segera setelah itu, mereka mulai menerima permintaan workshop dari kota-kota lain.

    "Meskipun kami sering dikategorikan sebagai perajin tradisional di luar negeri, namun bukan itu tujuan kami. Kami menggunakan teknik pewarnaan indigo Jepang untuk membuat karya yang modern dan relevan. Perpaduan metode tradisional dengan kebutuhan kontemporer inilah yang berkontribusi pada daya tarik global kami."

    Berkomitmen pada Metode Organik dan Berusaha Melampaui Kerajinan Tradisional


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Mulai dari mengolah tanah hingga menanam dan memanen tanaman indigo, membuat sukumo, mewarnai, dan menjahit... semuanya dilakukan sendiri. Aspek yang paling penting adalah penyiangan selama pertumbuhan dan panen tanaman indigo. Hal ini memengaruhi hasil panen, menentukan pasokan pewarna tahunan, dan pada akhirnya berdampak pada pekerjaan mereka. Bahkan dalam bertani, ketelitian BUAISOU bersinar".

    "Kami bertujuan untuk melampaui standar kerajinan tradisional. Sebagai contoh, sebagian besar sukumo yang digunakan dalam kerajinan tradisional kontemporer diproduksi dengan pupuk kimia, pestisida, dan insektisida, mengikuti praktik pertanian kontemporer. Meskipun kami tidak menyangkal pendekatan ini, kami mulai mempertanyakan apa arti dari kerajinan tradisional yang sebenarnya. Itulah mengapa kami memilih metode organik, beralih dari pupuk berbahan dasar hewan ke pupuk berbahan dasar tumbuhan. Yang paling penting adalah kami mampu menjelaskan bagaimana kami menciptakan warna kami. Jika kami hanya mengejar warna yang indah, kami akan menemui jalan buntu. Warna apa pun bisa dianggap indah dengan sendirinya, namun konteks penciptaannya dan bagaimana warna tersebut berinteraksi dengan warna-warna lainlah yang menentukan nilainya. Bagi kami, proses di balik terciptanya warna sangatlah penting. Warna yang dibuat dengan jalan pintas atau bahan kimia tidak memiliki daya tarik. Pada akhirnya, apa yang kami kejar bukan hanya warna, tetapi esensi dari menciptakan warna itu sendiri. Ini adalah keindahan yang fana tanpa substansi atau bobot, hanya warna. Pengejarannya mungkin hanya untuk memanjakan diri sendiri, tetapi ini mencerminkan sejauh mana dedikasi kami, dan kami berharap dapat menyampaikannya." Bahan-bahan BUAISOU mungkin tampak lebih tradisional dibandingkan dengan masa lalu, tetapi karya mereka tidak semata-mata nostalgia.

    "Kami memproduksi sukumo menggunakan dedak gandum sebagai sumber nutrisi untuk fermentasi, dikombinasikan dengan abu cangkang tiram, abu kayu, dan sukumo itu sendiri. Hal ini menghasilkan pewarna indigo tanpa memerlukan bahan kimia tambahan. Namun, untuk pencelupan, kami menggunakan tangki baja tahan karat, sehingga kami dapat mewarnai kain yang lebih besar dan lebih lebar. Di masa lalu, hanya tong keramik yang digunakan, dan ini membatasi ukuran kain yang bisa diwarnai. Di studio kami, kami dapat mewarnai kain dengan panjang hingga tiga meter sekaligus. Alat-alat modern juga memungkinkan kami untuk mencapai gradien horizontal yang tepat dan efek lainnya. Kami sering menggabungkan alat baru untuk mendorong batas-batas yang ada."

    Mengekspresikan Mickey Mouse melalui Pewarna Indigo


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Melalui workshop dan kolaborasi, BUAISOU telah membagikan pewarnaan indigo mereka kepada dunia. Kolaborasi mereka dengan koleksi MAGIC FOR ALL yang menampilkan Mickey Mouse, ikon yang dicintai di seluruh dunia, diciptakan kembali melalui karya seni pencelupan indigo BUAISOU.

    "Kami memulai dengan mengeksplorasi makna gambar Mickey Mouse dengan pewarna indigo dan bagaimana menghubungkan keduanya. Hal ini menuntun kami untuk meneliti sejarah Mickey Mouse, seperti membandingkan timeline ketika penggunaan warna indigo alami bergeser ke pewarna sintetis, dengan era penciptaan Mickey Mouse. Selain itu, kami juga meneliti secara menyeluruh hubungan potensial yang ada dengan indigo, termasuk mode pada saat Mickey Mouse diciptakan. Animasi Mickey Mouse pertama menampilkan sebuah kapal uap, yang kami rasa terkait dengan motif tali BUAISOU, yang melambangkan laut dan langit–keduanya berwarna biru. Elemen-elemen ini bersatu untuk membangun cerita. Tanpa tema Mickey Mouse, kami mungkin tidak akan pernah berpikir seperti ini, jadi ini adalah proses yang menyenangkan.

    Kami mengeksplorasi teknik pewarnaan indigo terbaik untuk menggambarkan berbagai motif Mickey Mouse dan kami sangat senang melihatnya diterjemahkan ke dalam desain". Salah satu desain menampilkan Mickey Mouse dengan tangan berwarna biru, yang merupakan penghargaan terhadap tangan para perajin indigo yang diwarnai dengan pewarna. Desain lainnya menggabungkan motif tali ikonik merek ini ke dalam pola bandana, yang menggambarkan proses pewarnaan indigo mulai dari fermentasi hingga aplikasi, yang menggambarkan kembali Mickey Mouse sebagai perajin indigo.

    “Tema utama kolaborasi ini adalah agar orang-orang yang menyukai Mickey Mouse dapat membeli produk ini dan merasakan esensi indigo. Biasanya, kami berusaha keras untuk mendapatkan hasil yang sempurna dalam karya kami, namun kali ini, kami merangkul daya tarik pekerjaan tangan. Jika kami hanya menggambarkan Mickey Mouse yang murni, itu akan menjadi cetakan Mickey Mouse biru yang lain. Sebaliknya, kami menanamkan makna ke dalam prosesnya. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkenalkan lebih banyak lagi penggemar Disney di seluruh dunia akan keindahan indigo Jepang."

    Pembuatan Bahan Pewarna Indigo BUAISOU, Sukumo


    Saat mewarnai dengan indigo, daun tanaman yang disebut Tade-ai dikeringkan, kemudian difermentasi dan didiamkan selama beberapa waktu untuk menghasilkan Sukumo, bahan seperti kompos yang digunakan sebagai pewarna. Membudidayakan Tade-ai adalah tugas pertanian yang sangat berat bagi para perajin indigo, dan ini memainkan peran penting dalam menghasilkan bahan yang dibutuhkan untuk pewarnaan indigo sepanjang tahun.

    Catatan: Metode yang digunakan dapat bervariasi di antara para pengrajin.

    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Proses bertani dilakukan sepanjang tahun. Di musim dingin, tanah disiapkan, diikuti dengan menanam benih di musim semi dan memelihara bibit. Dari bulan April hingga Juni, penyiangan dan penyiraman dilakukan. Selama musim panen dari bulan Juli hingga September, indigo disortir menjadi daun dan batang (proses yang disebut konashi), kemudian dikeringkan dan proses pemotongan diulang untuk panen kedua dan ketiga. Dari bulan Oktober hingga Februari, indigo difermentasi di tempat yang disebut tempat tidur (nedoko). Setiap tujuh hari sekali, air diberikan untuk menjaga kelembapan tanaman sementara tumpukannya dipecah dan dibangun kembali untuk mendorong fermentasi (kirikaeshi).
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Saat fermentasi berlangsung, volume daun berkurang hingga sekitar setengahnya, dengan suhu internal mencapai 60-70°C (140-158°F) karena aktivitas enzim.

    Setiap batch pencelupan indigo membutuhkan sekitar 32 kg (1,5 pikul) sukumo. BUAISOU memastikan bahwa semua bahan yang digunakan dalam tong indigo adalah bahan alami, termasuk sukumo, dedak gandum, alkali abu kayu, dan kapur kerang. Tergantung pada penggunaan, tong indigo dapat digunakan selama sekitar 4-6 bulan.
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Teknik Pencelupan Indigo BUAISOU Diciptakan Kembali pada Cetakan T-Shirt

    Bagaimana BUAISOU mengekspresikan desain asli, yang menjadi dasar cetakan, melalui pewarnaan indigo? Di sini, kami memperkenalkan teknik dan proses yang terlibat dalam pewarnaan indigo.

    Catatan: Teknik dapat bervariasi, bergantung pada pencelupnya.

    【Katazome (Pencelupan Stensil)】
    Dengan menggunakan data desain, stensil dipotong dengan tangan dan ditempatkan pada kain. Pasta perekat yang terbuat dari bubuk mochi dan dedak padi dioleskan pada kain dan dibiarkan mengering. Area di mana pasta ditempatkan tetap berwarna putih tanpa diwarnai. Untuk memastikan pewarnaan yang merata, kain dibasahi dengan air sebelum diwarnai.

    Kondisi fermentasi tong indigo memengaruhi warna dan cakupan, sehingga membutuhkan penyesuaian yang konstan. Gradasi dibuat dengan mengontrol kecepatan, kedalaman, dan frekuensi pencelupan ke dalam tong indigo secara hati-hati. Setelah pencelupan, kain dicuci dengan lembut dalam air hangat tanpa dikucek, kemudian dibilas dua kali dengan air untuk menghilangkan pasta.

    Karena larutan pewarna bersifat basa, kain dinetralkan dengan merendamnya dalam larutan air cuka untuk memperbaiki warnanya. Kemudian dicuci lagi, direndam dalam air mengalir semalaman, dan dibiarkan kering. Sementara pencelupan hanya membutuhkan satu sesi, BUAISOU mendedikasikan tiga hari untuk proses pasca-perawatan. Terakhir, kain direndam dalam larutan gojiru (ekstrak kedelai) yang kaya protein selama sekitar 20 menit untuk meningkatkan ketahanan warna dan daya tahan.
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    【Bassen (Pencelupan Pelepasan)】
    Teknik ini menghilangkan warna dari kain indigo yang sudah diwarnai. Dengan menggunakan silkscreen atau stensil, pasta berbasis klorin dioleskan pada kain di area di mana warna harus dihilangkan. Setelah dikeringkan di udara, kain dikukus selama sekitar 20 menit. Kekuatan dan ketebalan pasta mempengaruhi seberapa banyak warna yang dihilangkan, sehingga keseimbangan dan ketepatan sangat penting untuk menghindari luntur. Setelah dikukus, kain dicuci secara menyeluruh untuk menghilangkan pasta. Metode ini memungkinkan pola yang rumit dan desain yang detail, seperti tulisan kecil, sehingga sangat ideal untuk bandana dan barang-barang serupa.
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU
    【Shibori (Pencelupan Ikat)】
    Shibori adalah teknik tradisional yang dipraktikkan di seluruh dunia, di mana kain diikat, dijahit, atau dilekatkan untuk menciptakan pola resistansi. Area yang terikat tetap tidak diwarnai, membentuk pola yang unik. Penampilan akhir bervariasi, tergantung pada kekencangan ikatan dan cara penanganan kain. Untuk proyek ini, kain dimanipulasi secara lembut dan dibasahi secara merata untuk menciptakan pola yang rumit dan tampak alami, menyerupai kapiler.
    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Desain Favorit Tim BUAISOU


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Perpaduan antara motif tali ikonik BUAISOU dan Mickey Mouse, dicetak di atas kain katun linen dengan menggunakan pewarnaan celup.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Pasta perekat yang diaplikasikan dengan tangan mempertahankan sentuhan alami, sementara detail seperti tangan biru Mickey Mouse dan gradasi pewarna indigo yang halus di dalam tong menunjukkan pengerjaan yang sempurna.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Desain yang menciptakan kembali dan memadukan berbagai rona warna indigo, yang dicapai melalui kontrol yang cermat atas waktu dan frekuensi pencelupan selama proses pencelupan.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Sebuah kreasi ulang warna benang indigo yang dicelup dengan tangan, menampilkan Mickey Mouse bordir kecil sebagai aksen yang halus namun mencolok.



    Penduduk Lokal Tokushima dalam Koleksi

    Koleksi ini menyampaikan daya tarik indigo kepada pelanggan di seluruh dunia dengan mereproduksi desain yang dibuat menggunakan berbagai teknik dan dimasukkan ke dalam produk oleh UNIQLO di bawah pengawasan BUAISOU. Produk-produknya menggunakan pewarna sintetis yang terinspirasi oleh indigo alami.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Untuk celana, garis luar kancing dibiarkan tidak dicat dengan pasta, sedangkan sisa desain lainnya diwarnai. Karena garis luar kancing memiliki gradien, maka kancing diwarnai dalam empat sesi terpisah. Teknik yang sama diterapkan pada celana dan sepatu, dengan bagian atas dan sol yang memiliki arah gradien yang berbeda. Hal ini membutuhkan pengulangan langkah-langkah pengaplikasian pasta perekat, pencelupan, dan pencucian sebanyak 11 kali, dengan sekitar empat sesi pencelupan per putaran. Proses yang berulang-ulang ini difokuskan untuk menciptakan tekstur yang unik melalui pekerjaan tangan yang cermat dan memakan waktu.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Kemeja yang menampilkan motif bandana khas BUAISOU yang dipadukan dengan tali-temali ikonik, daun indigo, dan Mickey Mouse.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Kiri: Pewarnaan shibori, dengan garis-garis halus yang digambar tangan, yang membentuk sosok Mickey Mouse. Kanan: Desain yang mengekspresikan Mickey Mouse dan teman-temannya dalam berbagai warna biru, diwarnai secara hati-hati dengan detail yang rumit.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Kiri: Bordir yang serasi dari desain kiri atas. Kanan: Kemeja biru tua dengan bordir dada yang senada dengan desain.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Kiri: Kemeja yang seluruhnya dicelup dalam warna biru, kemudian dilapis dengan pola shibori untuk efek yang mencolok. Kanan: Desain Mickey Mouse yang dibuat dengan pewarnaan celup, menampilkan motif tali khas BUAISOU yang ditempatkan secara halus di bagian dada. Tengah: Kombinasi variasi warna indigo pada desain bodi, dipadukan dengan Mickey Mouse dan teman-temannya yang dicetak dalam nuansa biru untuk tampilan yang serasi.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Kiri: Menampilkan desain yang sama seperti gambar di atas. Kanan: Sama seperti di atas.


    Indigo Artistry Meets Disney’s Mickey Mouse: A Collaboration by BUAISOU

    Cetakan bandana ini menampilkan Mickey Mouse yang berpartisipasi dalam proses pewarnaan indigo. Dengan menggunakan pose dan alat peraga yang sudah dikenal seperti tong pencelupan, desain ini secara cerdik mengilustrasikan perjalanan penciptaan indigo.


    ©Disney



    Lineup
    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    UNISEKS
    UT Disney in Blue Lengan Pendek
    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    UNISEKS
    UT Disney in Blue Lengan Pendek

    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    UNISEKS
    UT Disney in Blue Lengan Pendek
    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    UNISEKS
    UT Disney in Blue Lengan Pendek

    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    WANITA
    UT Disney in Blue
    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    WANITA
    UT Disney in Blue

    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    WANITA
    UT Disney in Blue
    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    WANITA
    UT Disney in Blue

    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    ANAK
    KIDS UT Disney in Blue
    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    ANAK
    KIDS UT Disney in Blue

    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    ANAK
    KIDS UT Disney in Blue
    Disney in Blue UT Graphic T-Shirt
    ANAK
    KIDS UT Disney in Blue

    Disney in Blue Cotton Linen Shirt
    UNISEKS
    Kemeja Katun Linen Lengan Pendek Disney in Blue
    Disney in Blue Cotton Linen Shirt
    UNISEKS
    Kemeja Katun Linen Lengan Pendek Disney in Blue

    Disney in Blue Lounge Shorts
    UNISEKS
    Disney in Blue Celana Pendek
    Disney in Blue Lounge Shorts
    UNISEKS
    Disney in Blue Celana Pendek

    Lihat semua produk


    UNIQLO TODAY TOP

    Kata terkait

      • TOP
      • Perajin Indigo Bertemu dengan Mickey Mouse Disney: Sebuah Kolaborasi dengan BUAISOU
      UNIQLO UNIQLO

      COPYRIGHT (C) UNIQLO CO., LTD. ALL RIGHTS RESERVED.

      TOP