Tips Membuat Pakaian Higienis dan Cara Mendisinfenktifikasi
Oleh karena itu, memastikan pakaian tetap higienis, bukan hal yang less essential untuk dilakukan mengingat transmisi Covid-19 ialah melalui kontak dengan penderita yang bersumber dari tetesan pernapasan ketika bersin, batuk ataupun berbicara. Hal ini yang menyebabkan social distancing wajib dipatuhi. Menurut seorang public health specialist Carol Winner, tetesan pernapasan dapat berdiam pada pakaian.
Center for Disease Control and Prevention (CDCP) melansir sederet tips mencuci dan mendesinfektasi pakaian di bawah berikut yang jika diikuti dengan lengkap dan akurat, your house is entirely Covid-19 free.
01.
Kenakan sarung tangan sekali pakai pada saat proses mencuci pakaian kotor. Jika tidak tersedia sarung tangan, setelah selesai pastikan untuk mencuci tangan. Ingatlah bawah kebersihan tangan sangat krusial karena interaksi tangan ke mulut, hidung, dan mata, sulit untuk terhindarkan. So, folks, be mindful.
02.
Usahakan untuk tidak menggosok pakaian kotor untuk menghindari kemungkinan penyebaran virus melalui udara.
03.
Saat mencuci pakaian kotor, ikuti instruksi yang terdapat pada pakaian dan gunakan suhu air yang tepat. Lalu pastikan untuk mengeringkan pakaian secara menyeluruh. Kepada Huffpost, Dekan dari School of Health Sciences and Practice di New York Medical College, Robert Amler mengatakan, “serat pakaian pada material yang berpori menangkap partikel virus, mengeringkan, dan memecahnya.” Hal ini berdasarkan kepercayaan para peneliti.
04.
Mencuci pakaian menggunakan deterjen yang mengandung senyawa serupa pemutih atau tambahkan cairan antiseptik.
05.
Cuci dan disinfektasi juga laundry bag setelah digunakan dan bersihkan mesin cuci mengikuti panduan pembersihan untuk permukaan peralatan rumah tanga. Jika memungkinkan, gunakan laundry bag yang dapat langsung dibuang atau dicuci kembali.
Mesin cuci juga dapat memindahkan virus ke pakaian berdasarkan penelitian yang disampaikan Dr. Alexandra Sowa, seorang internis di NewYork-Presbyterian Hospital/Weil Cornell Medical Center. “Untuk membersihkan pakaian dari patogen yang berasal dari mesin cuci, pakaian harus dikeringkan selama 30 detik lalu kemudian disetrika,” jelas Dr. Alexandra Sowa kepada the New York Times. “Panas dari suhu rendah pengeringan atau setrika, mampu menghilangkan bakteri pada pakaian.”
Selain mengeringkan ataupun menyetrika, menjemur pakaian dibawah sinar matahari juga dapat membunuh bakteri yang masih menempel pada pakaian. Hal ini dikarenakan di bawah sinar matahari terdapat jenis radiasi elektromagnetik yang biasa kita kenal dengan istilah sinar ultraviolet. Menurut para peneliti, sinar ultraviolet mampu membunuh hingga 99% bakteri dipakaian yang terpapar sinar ultraviolet. Namun, Anda harus benar-benar menjemur pakaian hingga kering karena apabila tidak dijemur dengan cara yang tepat, akan membuat bakteri dipakaian semakin berkembang. Dr. Charles Gerba dari University of Arizona microbiologist juga menuturkan bahwa, “Jika lingkungan untuk menjemur pakaian lembab, bakteri dipakaian dapat tumbuh dengan cepat.”
Langkah dari CDCP di atas tidak memakan waktu lama dari ritual mencuci pakaian yang biasanya dilakukan. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 yang masih dalam status tidak menentu, alternasi dalam mencuci pakaian kotor diperlukan, dan begitu juga disinfektasi pakaian.